Berdakwah Tanpa Pembohongan Publik

save maryam - bunyanOleh : Fajar Kurnianto
Majalah GATRA, 4 – 10 April 2013

Judul : Maryam Menggugat, Menguak Propaganda Save Maryam
Penulis : Maulana M Syuhada
Penerbit : Bunyan, Yogyakarta
Cetakan : I, Februari 2013
Tebal : 240 halaman
ISBN : 978-602-7888-06-7

“Buku ini mengingatkan pentingnya dakwah dengan kejujuran seperti dilakukan Nabi, karena ini kunci keberhasilan. Apa yang dilakukan Mercy Mission tidak selaras dengan ajaran Islam.”

Kejujuran adalah salah satu kunci utama keberhasilan dakwah. Dalam sebuah hadis dinyatakan: kejujuran akan menunjukkan pada kebaikan, kebaikan akan menunjukkan kepada surga. Artinya, kejujuran adalah kunci menuju tercapainya keberhasilan yang gilang-gemilang. Sukses dakwah Nabi Muhammad tidak bisa dilepaskan dengan aspek kejujuran ini. Beliau sendiri digelari Al-Amin, yakni orang tepercaya karena kejujuran beliau.

Saat ini, dalam praktik dakwah, aspek kejujuran kerap dikesampingkan. Seperti dilakukan Mercy Mission, sebuah lembaga muslim yang berpusat di London, melalui video “Save Maryam” berdurasi 4 menit 48 detik yang diunggah di Youtube. Video ini, selain mengisahkan seorang muslimah bernama Maryam yang pindah agama, juga menyebutkan data bahwa 2 juta muslim Indonesia setiap tahun pindah agama. Akibatnya, pada tahun 2035 Indonesia akan kehilangan status sebagai negara bermayoritas muslim. Karena itu, masyarakat muslim dunia diseru untuk mendonasikan uangnya pada proyek “Save Maryam” untuk menyelamatkan Indonesia.

Maulana M Syuhada, dalam bukunya ini mencoba menyorot persoalan tadi. Ia tergelitik dengan data-data yang disodorkan pihak Mercy Mission yang ternyata sarat dengan ketidakjujuran, terutama mengenai akan hilangnya status Indonesia sebagai negara bermayoritas muslim pada tahun 2035.

Beberapa kejanggalan ditemukan. Misalnya, Mercy Mission mengklaim bahwa statistik ini berasal dari International Crisis Group (ICG). Namun, dalam video itu terlihat sebuah laporan dengan kop surat ICG, sementara tanggal yang tertulis adalah Jakarta/Brussel, 24 November 2012, padahal video ini diluncurkan pada 21 Juli 2012, sehingga tanggal pada kop surat laporan tersebut adalah fiktif.

Maryam, yang diperlambangkan dalam video “Save Maryam”, menurut Mercy Mission, adalah simbol dari generasi muda Indonesia yang potensial pindah agama. Menurut Syuhada, ini sangat berlawanan dengan realitas masyarakat muslim Indonesia yang justru terus berkembang. Realitas Islam Indonesia sama sekali tidak seperti yang diperlihatkan video “Save Maryam”.

Data dalam video itu, menurut Syuhada, juga tidak sesuai dengan data dari pemerintah Indonesia. Menurut lima data sensus terakhir, proporsi umat Islam Indonesia relatif tidak mengalami perubahan dan stabil pada kisaran 87% – 88% sejak 1971. Tidak ada trend yang mengindikasikan penyalipan (take over). Karena itu, klaim Mercy Mission itu hanyalah isapan jempol alias tidak benar. Data menunjukkan, dari total kenaikan jumlah penduduk antara tahun 2000 dan 2010 yang mencapai 3.639.933 pertahun, populasi muslim bertambah 2.964.739 pertahun. Sementara itu penduduk Kristen bertambah 548.141 pertahun.

Dari penelusuran Syuhada, Mercy Mission menggunakan data yang salah, sehingga hasil analisisnya pun keliru. Mercy Mission memakai data sensus tahun 2000 sebagai starting point, tetapi tidak menggunakan data sensus tahun 2010 sebagai end point. Mengapa mereka tidak mau menggunakan fakta (data sensus 2010), tapi menggunakan data prediksi untuk tahun 2009?

Mereka, menurut Syuhada, mengklaim melakukan prediksi terhadap jumlah penduduk Kristen pada 2009 menggunakan empat sumber berbeda, yaitu: World Harvest (20%), Secret Believers (17%), Secret Believers/ICG (15%), Kementerian Agama (12%). Lalu, mereka menghitung rata-rata dari empat sumber itu dan mendapatkan angka 16%. Selanjutnya, mereka mengklaim, proporsi penduduk Kristen tahun 2009 adalah 16% dari total jumlah penduduk.

Jika dihitung dari sensus pemerintah tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia 237.641.326 (100%), Protestan 16.528.513 (6.96%), Katolik 6.907.873 (2.91%). Jika digabungkan, Kristen (Protestan dan Katolik) adalah 23,436,386 = 9.86%. Angka prediksi yang dikeluarkan Mercy Mission, 16 % (2009), sangatlah jauh menyimpang dari realitas.

Inilah yang disebut Syuhada sebagai ketidakjujuran terhadap publik atas nama dakwah. Mercy Mission membuat video “Save Maryam” dengan data-data yang salah, lalu menghasilkan analisis yang salah, dan ini disebarkan ke dunia untuk menggalang dana dengan maksud menyelamatkan Indonesia. Ini tentu tidak bisa dibenarkan. Pihak ICG sendiri telah membantah data itu dan meminta agar Mercy Mission menghapus semua referensi yang terkait dengan ICG.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s