Suara Kelompok Antiperubahan Iklim

Oleh : Fajar Kurnianto
Majalah GATRA, 22 – 28 November 2012

Judul : Kebebasan dan Politik Perubahan Iklim
Penulis : Vaclav Klaus
Penerbit : Freedom Institute, Jakarta
Cetakan : I, Juli 2012
Tebal : xxiv+154 halaman
ISBN : 978-602-99571-3-6

“Bertentangan dengan para aktivis lingkungan, Presiden Ceko ini memandang perubahan iklim sebagai mekanisme alamiah yang tak terkontrol. Ia menganggap Protokol Kyoto sebagai kesalahan fatal.”

Masalah lingkungan hidup dan perubahan iklim global menjadi isu yang selalu jadi pembicaraan para aktivis lingkungan, ilmuwan, hingga politisi dari berbagai negara. Sebagian kelompok, seperti Al Gore dan para pencinta lingkungan hidup, menyebut negara-negara industri harus ditekan untuk menekan pencemaran lingkungan. Kelompok lain, seperti Vaclav Klaus, menentang keras upaya itu dan menyebutnya sebagai upaya memasung kebebasan.

Klaus adalah Presiden Ceko saat ini yang beraliran liberal klasik, sejalan dengan pemikiran Von Mises dan Hayek. Dia memang dikenal dengan kritik-kritik tajamnya terhadap pemikiran para aktivis lingkungan hidup, salah satunya tertuang dalam buku ini. Menurut dia, isu perubahan iklim global terlalu dibesar-besarkan, sehingga menciptakan semacam kengerian akan nasib bumi dalam hitungan puluhan tahun ke depan. Ia memandang bumi sejak dahulu memang selalu berubah, dan menciptakan keseimbangan sendiri. Dan ini adalah sesuatu yang alamiah.

Sementara itu, Al Gore dalam sebuah kuliahnya di New York secara gamblang menyatakan hal yang berlawanan. “Kita sedang berhadapan dengan darurat bumi. Dan kita sedang bergerak ke beberapa titik singgung yang dalam jangka waktu paling sedikit 10 tahun dapat membuat kita tidak mungkin lagi menghindari kerusakan yang tak mungkin diperbaiki,” ujarnya.

Menurut Klaus, pernyataan itu sangat menggelikan dan dapat dikategorikan sebagai upaya menakut-nakuti. Pernyataan itu mengabaikan kenyataan bahwa dalam sejarah planet kita, kondisi dan bentuk benua dan lautnya, struktur jenis hewan dan tumbuhannya, evolusi atmosfer, dan sebagainya, telah mengalami proses perubahan yang permanen yang disebabkan baik oleh mekanisme alamiah yang kompleks yang berasal dari dalam maupun oleh faktor-faktor luar yang tidak bisa dikontrol. Banyak dari mekanisme alam, seperti aktivitas Matahari, benar-benar di luar kekuasaan kita.

Klaus percaya, seperti sudah terbukti dalam sejarah, umat manusia saat ini dan masa depan akan mampu menghadapi situasi perubahan iklim tanpa perlu negara-negara di dunia memutuskan kebijakan pembatasan atau hingga pelarangan terhadap kegiatan-kegiatan ekonomi (industri) apa pun. Keputusan politik negara-negara dalam berbagai forum yang membahas perubahan iklim, lebih merupakan gambaran sentralisasi politik negara. Bagi Klaus, ini tidak sesuai dengan prinsip kebebasan manusia.

Dana yang digelontorkan negara-negara dengan dalih penyelamatan lingkungan untuk mengatasi pemanasan global, menurut Klaus, adalah sia-sia karena dana pajak itu diperuntukkan bagi sesuatu yang tidak pernah terbuktikan secara ilmiah. Mengutip George Kukla, ilmuwan Ceko di Columbia University, Klaus mengatakan, “Pemanasan yang terjadi saat ini merupakan proses alamiah, yang disebabkan oleh perubahan geometri orbit bumi terhadap matahari. Manusia tidak akan mampu menghentikannya, bahkan seandainya mereka ingin melakukannya.”

Ia juga menyodorkan hasil kajian ilmiah S. Fred Singer dan Dennis T. Avery (2005), “The Physical Evidence of Earth’s Unstoppable 1500-Year Climate Cycle”. Mereka Mereka tidak membantah bahwa pemanasan, meskipun sangat sedikit, memang terjadi. Namun, dari kajian mendalam itu, mereka yakin bahwa pemanasan kecil ini merupakan bagian dari siklus 1.500 tahunan dan bahwa kegiatan manusia hanya memainkan peran kecil dalam siklus itu.

Secara tegas, Klaus menyebut Protokol Kyoto sebagai sebuah kesalahan fatal. Pertama, protokol tersebut menetapkan sasaran yang tidak perlu, karena banyak sekali ketidakpastian dalam perdebatan tentang perubahan iklim. Kedua, protokol itu sulit dicerna karena tidak ada jalan keluar baik untuk efek yang berasal dari luar maupun proses dari dalam yang berlangsung secara alamiah. Ketiga, protokol itu menghambat pertumbuhan ekonomi, yang merupakan satu-satunya jaminan bahwa tantangan masa depan, termasuk tantangan ekologis, dapat diatasi. Keempat, seandainya protokol itu ditaati, tidak akan ada efek yang berarti. Kelima, protokol itu mengesampingkan prioritas lain yang jauh lebih besar, lebih mendesak dan lebih mungkin dijalankan dari perhatian kita.

Buku ini sejatinya merupakan kritik tajam atas isu-isu lingkungan yang diembuskan para enviromentalisme yang dituding sebagai kebangkitan politik terencana yang mengekang kebebasan ekonomi. Klaus bisa disebut seorang liberal radikal, meminjam kategorisasi Rainer Erkens yang diurai dalam epilog buku ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s