Menelusuri Jejak Yesus Historis

Oleh : Fajar Kurnianto
Koran Jakarta, Senin 24 September 2012

Judul : The Mystery of Historical Jesus
Penulis : Louay Fatoohi
Penerbit : Mizan, Bandung
Cetakan : I, April 2012
Tebal : 852 halaman
ISBN : 978-979-433-615-1

Yesus menjadi salah satu tokoh dunia yang paling banyak dibicarakan dari berbagai dimensinya, baik dimensi spiritual (ajaran-ajarannya) maupun historis (kehidupannya). Buku Louay Fatoohi ini membicarakan sosok Yesus historis berdasarkan Injil-Injil, Al Quran, serta sumber-sumber lainnya. Penulis kelahiran Bagdad, Irak, ini sebetulnya spesialis bidang sains. Gelar PhD-nya diraih dalam bidang astronomi dari Departemen Fisika, Universitas Durham, Inggris (1998).

Meski begitu, ia juga tertarik mengaji studi perbandingan agama. Buku ini juga merupakan studi perbandingan dari berbagai sumber untuk melihat Yesus secara historis. Beragam tema Fatoohi sajikan perihal Yesus. Misalnya, orang tua Yesus (Maria), saudara-saudara Yesus, juga sahabat-sahabat Yesus. Di sini juga dikupas kisah kelahiran Yesus yang ajaib, masa kecil, dan masa muda sampai meninggalnya.

Berbagai mukjizat Yesus juga dikupas. Fatoohi secara konsisten menyebutkan perihal Yesus dari sumber-sumber Injil yang beragam, lalu terakhir dibandingkan dengan sumber-sumber Al Quran. Dari sumber-sumber itu ada beberapa yang sama dan berbeda. Kelahiran Yesus disebutkan ajaib karena tanpa melalui hubungan laki-laki dan perempuan karena Maria, ibu-Nya, tetap perawan.

Dalam hal ini, sumber-sumber Injil dan Al Quran memiliki titik-titik kesamaan. Injil Matius, Lukas, dan beberapa naskah apokrip menggambarkan Yesus dikandung dalam keperawanan Maria karena mukjizat (halaman 158). Menurut Injil Matius, Maria akan mengandung seorang anak melalui Roh Kudus sebagaimana dikabarkan malaikat, tanpa melalui hubungan seksual dengan Yusuf (suami Maria).

Dalam Injil disebutkan bahwa kelahiran Maria menerima kabar dari malaikat yang mengatakan, “Maria! Perawan yang kepadanya Tuhan paling berkenan! Perawan yang penuh karunia” (halaman 159). Al Quran menegaskan hal yang sama perihal kelahiran Yesus melalui Maria yang perawan tanpa melalui hubungan seksual. Di sini, Fatoohi menyebutkan setidaknya 10 daftar penegasan eksplisit dan implisit di dalam Al Quran (halaman 184-187).

Misalnya, ketika malaikat datang mengabarkan kepada Maria bahwa Tuhan akan memberinya anak, dia berkata, “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!” (Al Quran, 19:20). Selain itu, nama Yesus disebutkan “Isa bin Maryam” yang berarti “Yesus Putra Maria.”

Hal menarik dari studi perbandingan Fatoohi ini adalah dalam pandangannya, apa yang tertera dalam Al Quran tentang Yesus bersifat konsisten. Buku ini memberi kita informasi yang cukup kaya tentang Yesus secara historis dari berbagai sumber. Penguasaan penulisnya terhadap sumber-sumber itu dan pemaparannya yang tekun dan cukup jelas menjadikan buku ini enak dibaca dan sebaiknya tidak dilewatkan, khususnya tentu saja bagi mereka yang berminat dalam studi agama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s