Menyelami Kedalaman Samudera al-Fatihah

Oleh : Fajar Kurnianto
Alumnus UIN Jakarta

Judul : Lebih dari 60 Mutiara Hikmah Al-Fatihah
Penulis : Muhammad bin Musa Alu Nashr
Penerbit : Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Jakarta
Tahun : I, 2010
Tebal : xix+132 halaman

Allah berfirman, “Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Alquran yang agung.” (QS. Al-Hijr: 87)

Rasulullah bersabda kepada Abu Sa’id bin al-Mu’alla, “Sungguh aku akan mengajarimu satu surah yang paling agung di dalam Alquran sebelum kamu keluar dari masjid. Surah tersebut adalah, ‘Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.’ Inilah surah dengan tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Alquran yang agung yang Allah wahyukan kepadaku.” (HR Al-Bukhari, Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Alquran adalah Kalamullah yang mulia, diturunkan kepada Rasulullah sebagai pembimbing dan penuntun umat manusia di jalan yang lurus dan diridhai Allah. Alquran adalah satu-satunya pegangan kebenaran dan undang-undang ilahiyah yang bisa mengantarkan manusia ke kehidupan yang baik, tenteram, dan sentosa. Tidak hanya di dunia, namun juga di akhirat.

Semua ayat ataupun surah di dalam Alquran adalah agung, karena semuanya adalah Kalamullah. Tetapi, dari sekitar 114 surah Alquran ada satu surah yang paling agung karena isinya mencakup banyak hal penting dan fundamental dalam ajaran Islam. Surah itu adalah surah al-Fatihah, satu-satunya surah yang ayat-ayatnya diturunkan secara serentak, yakni tujuh ayat, berbeda dengan surah lain yang ayat-ayatnya diturunkan secara bertahap.

Rasulullah menyebut surah ini sebagai surah yang paling agung di dalam Alquran bukan tanpa alasan. Ada banyak keutamaan yang terkandung di dalamnya, baik itu yang berkaitan dengan al-Fatihah sebagai satu surah utuh maupun al-Fatihah sebagai satu surah yang ayat per ayatnya memiliki pesan-pesan ajaran Islam yang hampir mencakup pesan-pesan Alquran secara keseluruhan.

Beberapa keutamaan surah al-Fatihah, selain bahwa ia merupakan surah yang paling agung di dalam Alquran, adalah: pertama, ia menjadi salah satu syarat sah shalat. Tanpa membaca surah al-Fatihah, shalat seseorang tidak sah. Kedua, di dalam surah ini terdapat puji-pujian sekaligus permohonan kepada Allah. Ketiga, surah ini bisa menjadi obat apabila dibacakan kepada orang yang sakit. Keempat, selain menjadi syarat sah shalat, ia juga menjadi rukun shalat; shalat sendiri adalah rukun Islam kedua setelah syahadat. Kelima, pintu langit yang sebelumnya tidak pernah terbuka tiba-tiba terbuka hanya untuk dilewati oleh Malaikat yang membawa surah ini. Keenam, segala yang orang harapkan dengan membaca surah al-Fatihah pasti akan mendapatkannya.

Surah al-Fatihah terdiri dari hanya tujuh ayat dan pendek-pendek, ciri khas surah yang diturunkan di Mekkah, tetapi isinya mencakup banyak hal fundamental ajaran Islam. Dari mulai tauhid, ibadah, mu’amalah, doa, puji-pujian, akhlak, hukum, alam ghaib, akhirat, qadha’ dan qadar, hidayah, jalan lurus, sejarah, hingga peneguhan Islam sebagai agama yang paling benar.

Imam Hasan al-Bashri, seperti dikutip oleh Imam as-Suyuthi dalam Asrar Tartibil Qur’an-nya mengatakan, “Sesungguhnya Allah menggabungkan ilmu-ilmu yang ada di dalam kitab-kitab Allah terdahulu (kitab-kitab yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul-Nya) ke dalam Alquran. Lalu, Allah menggabungkan ilmu-ilmu yang ada di dalam Alquran ke dalam al-Mufashshal (surah-surah pendek). Setelah itu, Allah menggabungkan ilmu-ilmu yang ada di dalam al-Mufashshal ke dalam surah al-Fatihah. Siapa saja yang mengetahui tafsir surah al-Fatihah, maka ia seperti orang yang mengetahui seluruh tafsir kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah kepada para Nabi dan Rasul-Nya terdahulu.”

Untuk menguak lebih mendalam tentang kandungan surah al-Fatihah yang agung dan mengungkap pesan-pesan luar biasa di dalamnya inilah buku Qathfuts Tsamar al-Mustathab fi Tafsir Fatihatil Kitab karya Dr. Muhammad bin Musa Alu Nashr salah satunya ditulis. Buku ini, meskipun tidak begitu tebal, cukup representatif, setidaknya berhasil menampilkan ‘buah-buah’ surah al-Fatihah yang lezat untuk kita makan dan membuat kita tidak semata-mata membaca al-Fatihah dalam shalat kita, tetapi juga mengetahui mutiara-mutiaranya, lalu mutiara-mutiara itu kita pahat dalam amal perbuatan kita di kehidupan dunia.

Surah al-Fatihah secara tauqifi (petunjuk Allah dan Rasul-Nya) diletakkan di awal Alquran. Ini berarti bahwa surah al-Fatihah menjadi semacam gerbang masuk kita sebelum mengarungi samudera Alquran yang begitu luas secara keseluruhan. Tidak hanya menjadi gerbang Alquran, surah al-Fatihah juga menjadi semacam inti Alquran yang mencakup isi Alquran secara utuh. Imam az-Zamakhsyari mengatakan, “Surah al-Fatihah mencakup pujian kepada Allah, ibadah, perintah dan larangan, janji dan ancaman, serta penetapan qadha’ dan qadar. Dan, ayat-ayat Alquran secara keseluruhan tidak keluar dari hal-hal ini.”

Dengan model tafsir tahlili, yakni membahas ayat per ayat secara berurutan, penulis buku ini juga mengombinasikannya dengan tafsir maudhu’i, yakni menjelaskan secara mendalam tema-tema yang ada pada setiap ayat surah al-Fatihah tersebut. Kombinasi inilah yang menghasilkan ‘buah-buah’ al-Fatihah yang kita perlukan dalam kehidupan ini. Tidak hanya sebatas menafsirkan, namun penulis juga mengangkat kaidah-kaidah fundamental yang terkandung dalam surah ini. Sehingga, secara teoretis dan praktis ‘buah-buah’ surah al-Fatihah dapat tidak hanya kita nikmati, tetapi juga memberikan manfaat bagi kita, di dunia dan di akhirat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s