Mengelola Negara dengan Etika Publik

Oleh : Fajar Kurnianto
Koran Jakarta, Senin 6 Februari 2012

Judul : Etika Publik, untuk Integritas Pejabat Publik dan Politisi
Penulis : Haryatmoko
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tahun : I, Juni 2011
Tebal : xiv+218 halaman

Membicarakan etika publik menjadi penting, terutama ketika menilik kondisi pengelolaan negara saat ini yang dilanda banyak masalah. Misalnya, soal korupsi yang makin menggila, penegakan hukum yang lemah, dan elite-elite politik serta pejabat-pejabat publik yang lebih sibuk mementingkan diri sendiri dan kelompok mereka daripada kepentingan umum. Ditambah dengan kepemimpinan (leadership) pusat yang lemah, sehingga berbagai masalah seperti terbiarkan begitu saja.

Haryatmoko dalam buku ini mencoba mengingatkan penting dan mendesaknya etika publik terutama bagi para pejabat publik dan politisi, secara individu maupun kelembagaan. Buku ini menjadi semacam panduan dan arahan bagi para pejabat dan politisi dalam mengelola negara dengan prinsip-prinsip etika publik. Etika publik, menurut Haryatmoko, diperlukan untuk pembaruan dan perbaikan pelayanan publik. Haryatmoko menyoroti masalah konflik kepentingan, korupsi, dan birokrasi yang membelit sebagai sebab pelayanan publik yang buruk.

Menurut Haryatmoko, ada tiga fokus yang menjadi perhatian etika publik. Pertama, berbeda dengan etika politik. Keprihatinan utama etika publik adalah pelayanan publik yang berkualitas dan relevan. Kedua, bukan hanya kode etik atau norma, tapi juga terutama dimensi reflektif. Ini berarti etika publik berfungsi sebagai bantuan dalam menimbang pilihan sarana kebijakan publik dan alat evaluasi yang memperhitungkan konsekuensi etisnya. Ketiga, fokus pada modalitas etika, yaitu cara menjembatani antara norma moral (yang seharusnya dilakukan) dan tindakan faktual.

Haryatmoko, misalnya, melihat akuntabilitas dan transparansi sebagai modalitas etika publik. Akuntabilitas berarti pemerintah bertanggung jawab secara moral, hukum, dan politik atas kebijakan dan tindakan-tindakannya kepada rakyat. Akuntabilitas untuk mengukur atau menilai apakah “mandat rakyat” dijalankan dengan baik. Dalam akuntabilitas, setidaknya ada tiga aspek. Pertama, tekanan akuntabilitas pada pertanggungjawaban kekuasaan melalui keterbukaan pemerintah atau adanya akses informasi bagi pihak luar organisasi pemerintah.

Kedua, memahami akuntabilitas sekaligus sebagai tanggung jawab dan liabilitas, sehingga tekanan lebih pada sisi hukum, ganti rugi, dan organisasi. Ketiga, tekanan lebih pada hak warga negara untuk mengoreksi dan ambil bagian dalam kebijakan publik, sehingga akuntabilitas disamakan dengan transparansi (hlm 106).

Akuntabilitas dengan demikian meniscayakan publik menjadi pengontrol atas berbagai kegiatan dan program-program pemerintah. Maka, pemerintah harus transparan sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap publik. Akuntabilitas sendiri merupakan prinsip masyarakat yang transparan, mempertanggungjawabkan tindakan dengan memberi laporan terbuka ke publik.

Bila ternyata pemerintah lalai, masyarakat bisa menuntut tanggung jawab terhadap akibat yang diderita. Jadi, masyarakat yang terkena dampaknya berhak untuk didengar dan diperhitungkan pandangannya. Tujuan utama akuntabilitas adalah mencegah penyalahgunaan kekuasaan pejabat publik, sehingga meningkatkan pelayanan (hlm 113).

Etika publik selain mendorong para pengelola negara untuk berpikir, mengambil keputusan (kebijakan), dan bertindak demi kepentingan publik, juga mendorong keterlibatan masyarakat sebagai pengontrol aktif. Ini penting, agar segala penyimpangan terdeteksi. Kontrol itu, selain berupa sistem di lembaga-lembaga pemerintahan, juga dari luar seperti kekuatan civil society dan lembaga-lembaga swadaya. Mengelola negara adalah tanggung jawab utama pemerintah, tapi publik mestilah juga menjadi bagian di dalamnya, sebab publiklah yang pada akhirnya terkena imbas dan merasakannya. Pemerintah jangan antipati dengan kontrol publik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s