Hitler Sang Diktator Mengoyak Kedamaian

Oleh : Fajar Kurnianto
Alumnus UIN Jakarta

Judul : Perang Eropa (Jilid I)
Penulis : P.K. Ojong
Penerbit : Kompas, Jakarta
Tahun : VIII, Oktober 2009
Tebal : xxxii+504 halaman

Pagi buta, pukul 04.45, di tanggal 1 September 1939, tembakan pertama dimulainya Perang Dunia (PD) II dilepaskan Jerman ke bumi Polandia. Tanpa pemberitahuan perang terlebih dahulu, Jerman menyerbu sebuah markas garnisun Polandia di Westerplatte. Pukul 11 siang, Hitler menyatakan kepada Reichhstag (parlemen), bahwa Polandia telah diserbu. PD II telah dimulai, dengan lakon utamanya adalah Adolf Hitler, diktator Nazi Jerman, yang berambisi menguasai daratan Eropa, mirip seperti yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte dari Perancis.

Hasil cemerlang diraih Jerman dalam tempo 17 hari. Pertahanan Polandia dapat dipatahkan. Pertahanan Polandia makin runtuh setelah dari timur Pasukan Merah Stalin (Rusia) ikut menyerbu. Polandia tak berdaya menghadapi keroyokan dari timur dan barat, dan akhirnya takluk. Jenderal Heinz Guderian, pimpinan pasukan Jerman menjadi tokoh penting dalam meraih kemenangan ini. Apa kunci strategi Guderian? Tiada lain adalah serangan kilat dan divisi tank otonom yang dibuatnya. Menurutnya, tank itu tidak harus digunakan semata-mata sebagai pembantu atau pengawal dari pasukan invanteri, tapi harus dibentuk divisi tersendiri yang otonom, yang bisa melakukan ofensif.

Pascakemenangan di Polandia, Jerman menyerbu ke barat, dan sasarannya adalah Belanda, Belgia dan Perancis. Lagi-lagi Guderian menjadi orang penting kemenangan dalam serangan ke barat. Dalam serangan ke barat ini, Guderian memegang prinsip surprise (pendadakan) dan konsentrasi kekuatan. Perancis keok dan pada 17 Juni 1940 meminta gencatan senjata di hutan Compiegne, persis dalam gerbong kereta api yang pada tahun 1918 digunakan Marsekal Foch sebagai wakil Perancis dan Sekutu menerima kunjungan delegasi Jerman yang memohon gencatan senjata. Hitler memasuki gerbong kereta ini, mengambil kursi yang 22 tahun berselang diduduki Foch. Situasi telah berbalik, jika dulu Jerman kalah, kini Jerman menang.

Tidak hanya melancarkan serangan darat, Jerman juga melakukan serangan laut. Peperangan di laut, terutama antara kapal perang dan kapal selam Jerman melawan Inggris tidak kalah serunya dengan peperangan yang terjadi di darat. Scapa Flow, misalnya, pangkalan penting armada Inggris, merasakan betul bagaimana sakitnya dihancurkan U-47 Jerman di bawah pimpinan Kapitaen Leutnant Gunther Prien. Pada 14 Oktober 1939, kapal tempur Inggris, Royal Oak, berhasil ditenggelamkan U-47. Padahal, Scapa Flow merupakan tempat paling sulit ditaklukkan Jerman dari Perang Dunia I. Serangan ke Scapa Flow menimbulkan kegemparan bagi masyarakat Inggris, sama seperti kegemparan masyarakat Amerika ketika Pearl Harbour diserang secara mendadak oleh Jepang, mengawali Perang Pasifik.

Serangan Jerman berlanjut ke daratan Inggris. Sebelumnya, Hitler menawarkan perdamaian dengan Inggris, tapi akhirnya ditolak, sehingga Hitler pun menyatakan perang terhadap Inggris. Tapi, Hitler tidak berani mendaratkan pasukannya di Inggris. Perang yang dikenal dengan Battle of Britain ini terjadi antara pesawat-pesawat tempur Jerman (Luftwaffe) di bawah pimpinan Hermann Goering melawan pesawat-pesawat tempur Inggris (RAF). Untuk menghalau RAF di udara Inggris, Jerman mengerahkan 963 pesawat tempur dan 1311 pesawat pembom. Sementara di pihak Inggris hanya menyediakan 800 pesawat tempur. Mulai tanggal 15 Agustus 1940, perang udara dimulai. Siang malam Jerman membombardir kota London hingga akhir Oktober. Pada akhirnya, Jerman memang tidak berhasil mengalahkan daratan Inggris. Dalam Battle of Britain ini, kerugian di pihak Jerman tercatat 1733 pesawat, sementar Inggris hanya 915 pesawat. Dalam serangan ke Inggris ini, sebetulnya Hitler tidak hanya merencanakan serangan udara, tapi juga serangan laut dengan operasi yang disebut Singa Laut. Operasi udara Jerman disebut dengan Operasi Rajawali. Tapi, Operasi Singa Laut gagal dilaksanakan, karena Inggris sangat awas.

Yunani juga tidak luput dari serangan Jerman. Secara umum, Jerman gagal menguasai Yunani. Bahkan, pasukan-pasukan payung Jerman banyak sekali yang tewas. Kerugian begitu banyak dialami Jerman. Bahkan, Rusia yang tadinya “bersahabat” dengan Jerman juga diserang. Di bumi Rusia inilah kekalahan penting Hitler pertama kali dialami. Operasi ke Rusia diberi nama Operasi Barbarossa. Dalam operasi ini, Hitler sendiri yang memegang pucuk pimpinan tertinggi perang. Tapi, seperti halnya Napoleon yang gagal menguasai bumi Rusia, Hitler juga demikian. Dan, lagi-lagi, seperti dialami Napoleon, Hitler kalah oleh apa yang disebut dengan “General Winter” alias musim dingin yang sangat mengerikan. Jerman yang tidak siap dan tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi musim dingin ekstrem Rusia ini tidak bisa berbuat banyak, dan akhirnya kalah.

Beberapa bagian perang di atas menjadi bagian penting buku karya P.K. Ojong ini. Secara detail, Ojong mengisahkan cuplikan-cuplikan perang yang terjadi, baik itu di darat maupun di laut, dan baik itu yang terjadi di daratan Eropa maupun Afrika Utara. Ini adalah jilid pertama dari tiga jilid Perang Eropa yang ditulis Ojong. Dengan gaya tulisan wartawan yang enak dibaca, jalannya PD II begitu jelas tergambar. Kita dibawa tidak hanya pada jalannya perang, tapi juga pada pergulatan pemikiran, taktik dan strategi para jenderal perang di lapangan disertai dengan tampilnya alat-alat tempur yang canggih ketika itu. Hitler, sosok diktator ambisius, akhirnya kena batunya. Ambisinya tidak cukup kuat ditopang kemampuan tempur pasukannya yang kian tergerus, apalagi ketika Amerika turun terlibat ke kancah peperangan, di barisan Inggris, kontra Jerman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s