Fiqih Islam Mazhab Al-Albani

Oleh : Fajar Kurnianto
Alumnus UIN Jakarta

Judul: Ensiklopedi Fiqih Praktis Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah
Penulis: Syaikh Husain bin ‘Audah Al-‘Awaisyah
Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Jakarta
Tahun : I, Mei 2009
Tebal : xl+744 halaman

“Siapa yang Allah kehendaki untuk diberi kebaikan, maka Dia akan memudahkannya dalam memahami agama.” (HR. Al-Bukhari)

Umat Islam dituntut untuk mengaplikasikan ajaran Islam secara menyeluruh seperti apa yang tertera dalam al-Qur-an dan Sunnah-sunnah Rasulullah. Namun, ajaran Islam tidak bisa diaplikasikan begitu saja kecuali setelah dipahami tata cara dan aturan-aturan mainnya. Di sinilah fiqih (jurisprudensi Islam) menjadi begitu penting. Fiqih berperan menggali ajaran Islam dalam dua sumber utama Islam itu menjadi sesuatu yang aplikatif dalam kehidupan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dari zaman dahulu, para ulama Muslim sudah banyak menulis buku-buku atau kitab-kitab dalam bidang fiqih dengan aneka ragam corak dan metodenya. Secara umum, metode buku fiqih yang muncul belakangan lebih kental nuansa fanatisme madzhabnya ketimbang melihat pada sumbernya yang otentik, yang dirujuk oleh para pembuat madzhabnya sendiri. Padahal, empat Imam ahli fiqih pembuat madzhab zaman dahulu, yakni Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad, semuanya mengatakan, “Apabila hadits yang dijadikan sumber hukum itu shahih, maka itulah madzhabku.”

Artinya, para ulama itu hakikatnya terus-menerus melakukan ijtihad dengan menggali dan mengeksplorasi lebih dalam ajaran Islam dari sumber utamanya yang shahih. Dan, ketika ada ulama lain yang menemukan hadits shahih, yang ternyata menyelisihi pendapatnya, maka ia akan beralih pada yang shahih itu. Dengan demikian, imam empat itu sudah mewanti-wanti kita untuk tidak fanatik madzhab dengan mengenyampingkan kebenaran, yakni dalil-dalil al-Qur-an dan hadits yang shahih.

Buku Ensiklopedi Fiqih Praktis Menurut al-Qur-an dan as-Sunnah ini antara lain hadir berupaya mengenyampingkan fanatisme itu dan mengembalikan setiap masalah hukum agama merujuk langsung pada dua sumber utama ajaran Islam, yakni al-Qur-an dan Sunnah Rasulullah yang shahih. Hal ini bukan berarti meremehkan pendapat para ulama fiqih terdahulu atau ulama-ulama kontemporer, tetapi pendapat-pendapat itu ditinjau kembali dengan kaca mata dalil-dalil al-Qur-an dan as-Sunnah yang shahih. Jika pendapat mereka sesuai, maka diambil. Jika tidak, maka ditinggalkan. Inilah pedoman utama berislam secara kafah.

Secara sistematika penulisan, tema-tema yang ada di buku ini lebih kurang tidak banyak berbeda dengan sistematika yang dibuat oleh para penulis buku-buku fiqih pada umumnya. Hanya saja, pembahasan di buku ini jauh lebih komprehensif, karena merangkum semua pendapat ulama dahulu yang kompeten dan ulama sekarang yang diakui keahliannya, dalam banyak masalah hukum, kemudian mengukurnya dengan parameter al-Qur-an dan Sunnah yang shahih. Buku ini semakin lengkap dengan rujukan takhrij haditsnya pada Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, seorang ahli hadits terbesar abad ini, yang sudah dikenal dunia, sekaligus guru langsung dari penulis buku ini.

Di buku ini, pembaca akan dengan mudah menemukan tema-tema yang diinginkan, tanpa perlu bersusah payah mencarinya. Lebih daripada itu, ringkasnya pembahasan, dalam pengertian bahasannya yang langsung pada inti masalah, akan membuat pembaca menikmati dan menemukan banyak hal dalam khazanah fiqih Islam yang membuka wawasan untuk menghargai jerih payah para ulama masa dahulu, sebelum kemudian mengetahui dalil-dalil yang lebih shahih dikemukakan oleh penulisnya di buku ini. Karena memang, amaliah kita sehari-hari, baik itu yang berkaitan dengan ibadah maupun muamalah, harus merujuk pada dalil-dalil yang shahih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s