Menelusuri Jejak Perjalanan Sang Nabi

Oleh : Fajar Kurnianto
Alumnus UIN Jakarta

Judul : Sirah Nabi Muhammad
Penulis : Al-Hafizh Ibnu Katsir
Penerbit : Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Jakarta
Tahun : I, 2010
Tebal : xxvi+577 halaman

Sejarah adalah bagian penting dalam kehidupan sebuah umat dan bangsa. Karena umat dan bangsa yang ada sekarang ini sejatinya merupakan kelanjutan dari umat dan bangsa sebelumnya. Sejarah menjadi bahan pelajaran berharga bagi kehidupan saat ini untuk membangun masa yang akan datang. Kemajuan dan kemunduran sebuah umat atau bangsa antara lain tergantung dari penghargaannya, penghormatannya, dan pengambilan pelajarannya terhadap sejarah masa lalunya.

Bagi umat Islam, sejarah menjadi ibrah atau pelajaran paling berharga. Apalagi, sejarah yang berkaitan dengan cerita perjalanan hidup, biografi, atau Sirah Rasulullah. Ada cukup banyak buku-buku atau kitab-kitab Sirah Nabi yang ditulis oleh para ulama. Tetapi, dari kitab-kitab Sirah Nabi yang ada itu tidak sedikit yang sumbernya tidak otentik atau tidak shahih. Sebagian ulama sejarah, seperti ath-Thabari, misalnya, memang sengaja mencantumkan sumber-sumber sejarah yang tidak shahih itu untuk diketahui bahwa itu tidak shahih, bukan bertujuan untuk mengaburkan atau mendistorsi sejarah.

Di antara kitab-kitab Sirah Nabi yang cukup bagus dijadikan sebagai sumber rujukan yang shahih dan dapat dipertanggungjawabkan adalah kitab al-Fushuul fii Siiratir Rasuul karya Abul Fida’ Isma’il bin ‘Umar bin Katsir al-Qurasyi (701-774 H), atau yang lebih populer dengan nama Imam Ibnu Katsir. Beliau ini adalah seorang hafizh, ahli hadits, ahli tafsir, ahli sejarah, ahli fiqih, dan ahli ushul.

Kepakarannya dalam banyak bidang, seperti tersebut di atas, sudah tidak diragukan lagi. Para ulama banyak sekali yang menyanjung dan memujinya. Adz-Dzahabi, misalnya, dalam Tadzkiratul Huffaazh menggambarkan sosoknya: “Aku mendengar riwayat bersama dengan seorang yang faqih, mufti, muhaddits yang memiliki banyak keutamaan; seorang yang memberikan perhatian serius terhadap sanad, matan, dan aspek fiqih; seorang pen-takhrij hadits, pengarang banyak karya, suka berdiskusi, dan penafsir al-Qur-an; seorang yang paling terkemuka di segala bidang ilmu.”

Al-‘Aini di dalam an-Nujuumuz Zaahirah, mengutip Ibnu Tagrhi Bardi, mengatakan: “Ia menjadi teladan bagi para ulama dan para hafizh ahli hadits serta ahli bahasa. Ia juga mendengar, mengumpulkan, dan menulis hadits. Ia mengajarkan ilmu, menyampaikan hadits, dan menulis banyak karya. Ia memiliki cakupan penelitian yang luas dalam bidang tafsir, hadits, dan sejarah. Ia terkenal karena kuatnya hafalan dan banyaknya karya yang ditulisnya. Ia adalah pakar dalam bidang sejarah, hadits, dan tafsir. Karya-karyanya sangat monumental dan penting.”

Kepakarannya di banyak bidang itulah yang antara lain mendorong kami untuk menerjemahkan dan menerbitkan salah satu karya monumental beliau dalam bidang sejarah Islam, yakni Sirah Nabi, sejarah perjalanan hidup Rasulullah, berjudul al-Fushuul fii Siiratir Rasuul dengan edisi tahqiq Abu Usamah Salim bin ‘Ied bin Muhammad bin Husain al-Hilali, ulama populer kontemporer bermadzhab Salaf.

Sebagai seorang ahli hadits bermadzhab Salaf, seperti gurunya, Syaikh Ibnu Taimiyyah, Ibnu Katsir menerapkan keahlian ini dalam setiap karyanya, termasuk dalam kitab Sirahnya ini. Ia selalu merujuk sumber-sumber sejarah dari riwayat-riwayat yang shahih sebagai dalilnya, lalu meramunya menjadi sebuah cerita sejarah yang apik dan tidak kaku dalam penyampaiannya. Dengan kata lain, dalam Sirah Nabi ini, Ibnu Katsir menempuh metode bil ma’tsur, yakni berdasarkan riwayat-riwayat. Meski begitu, ia juga tidak meremehkan kitab-kitab sejarah yang ditulis oleh para ulama sebelumnya, seperti ath-Thabari dan lain-lain.

Sirah Nabi ini semakin bernash dan lengkap dengan peran seorang Syaih Salim bin ‘Ied al-Hilali yang men-tahqiq-nya. Di dalam tahqiq-nya, ia melakukan takhrij terhadap riwayat-riwayat yang dijadikan sumber penulisan Sirahnya oleh Ibnu Katsir. Selain melakukan takhrij, Syaikh Salim juga melakukan banyak hal positif atas kitab Sirah ini, seperti melakukan pengaturan terhadap bagian-bagian dan tema-temanya, memberikan penjelasan terhadap kata-kata yang sulit dipahami, melakukan diskusi atas aspek-aspek fiqihnya, atau atas riwayat-riwayat yang menjadi sumber sejarahnya, serta membuat daftar isi sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan sekarang.

Maka, tampillah Sirah Nabi karya Ibnu Katsir secara lebih sempurna, dalam pengertian tidak mengubah redaksi asli kitab Sirah Nabi karya Ibnu Katsir itu, tetapi menambahi hal-hal pelengkap di catatan kakinya. Pembaca akan menemukan banyak hal penting yang menambah wawasan lebih dari sekadar membaca Sirah Nabi yang aslinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s