Melindungi Kaum Wanita dari Kezhaliman

Oleh : Fajar Kurnianto
Alumnus UIN Jakarta

Judul : Melawan Kezhaliman terhadap Kaum Wanita
Penulis : Muhammad bin ‘Abdullah Al-Habdan
Penerbit : Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Jakarta
Tahun : I, 2010
Tebal : xviii+150 halaman

Allah berfirman: “Dan, sekali-kali tidaklah Rabbmu menzhalimi hamba-hamba-Nya.” (QS. Fushshilat: 46)

Dalam sebuah hadits Qudsi, Rasulullah bersabda: “Allah berfirman: ‘Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezhaliman atas diri-Ku, dan aku mengharamkannya terjadi di antara sesama kalian. Maka dari itu, janganlah kalian saling menzhalimi.’” (HR. Muslim dari Abu Dzarr)

Allah menciptakan manusia, baik pria maupun wanita, selain diperintahkan untuk beribadah kepada-Nya juga diperintahkan agar masing-masing dari mereka saling menghormati dan menghargai serta berbuat baik satu sama lain. Sayangnya, hal itu acap kali dilalaikan, dilupakan, bahkan ditentang. Kaum pria, dengan kelebihan yang dimilikinya, baik itu kelebihan dalam hal kekuatan fisik maupun mental dan pemikiran, kerap kali bersikap sombong dan pongah terhadap kaum wanita.

Tidak hanya itu, bahkan kaum pria sampai bertindak semena-mena dan menzhalimi kaum wanita, dengan berbagai bentuknya, baik itu yang sifatnya kasar maupun lembut. Dan, wanita, dengan segala sifat-sifat kodratnya yang lemah, kerap kali tidak kuasa melawan dan berbuat banyak untuk menyelamatkan dirinya dari tindakan zhalim yang dialaminya, karena terlalu kuatnya kuasa kaum pria. Di samping minimnya upaya-upaya perlindungan terhadap kaum wanita dari tindakan zhalim yang menimpanya.

Kezhaliman terhadap kaum wanita bukan cerita baru yang muncul hari-hari belakangan ini. Di zaman dahulu, di berbagai peradaban dunia yang katanya maju, seperti Romawi, Arab Jahiliyah, Yunani, Cina, dan seterusnya, hal ini sudah terjadi. Apa yang terjadi saat ini hanya kelanjutan, atau setidaknya warisan masa lalu yang bentuknya sedikit banyak berubah. Kalau zaman dahulu, misalnya, kezhaliman itu bentuknya adalah tindakan-tindakan amoral dan pelecehan terhadap kaum wanita, saat ini, atas nama pembebasan kaum wanita atau emansipasi wanita, mereka hanyut dan secara tidak sadar tengah mengalami tindak kezhaliman.

Potret kezhaliman terhadap kaum wanita hampir ada dan kita temukan di sekitar kita. Dari mulai yang ada di lingkup keluarga, masyarakat sekitar, negara, bahkan di lingkup yang luas lagi, yakni transnasional. Hampir setiap hari kita disuguhi berita kekerasan dan pelecehan terhadap harkat dan martabat kaum wanita di dalam kehidupan rumah tangga, relasi sosial di masyarakat, bahkan dalam lingkup kehidupan bernegara yang memproduksi Undang-Undang yang men-subordinat-kan kaum wanita sehingga seakan-akan melicinkan jalan untuk menzhalimi kaum wanita.

Dalam lingkup transnasional, yakni menyangkut relasi antar negara, kerap kali kita mendengar terjadinya kasus-kasus perdagangan wanita untuk komoditas bisnis prostitusi dan bisnis-bisnis mesum lainnya. Eropa Timur, pasca runtuhnya Uni Soviet, menjadi wilayah subur perdagangan kaum wanita. Ribuan kaum wanita diberitakan diperdagangkan ke berbagai negara di sekitarnya, bahkan hingga ke Asia dan Amerika. Instabilitas dan supremasi hukum yang tidak ditegakkan, serta krisis ekonomi, menjadi faktor utama terjadinya kejahatan terhadap kaum wanita di negara-negara tersebut.

Kezhaliman terhadap kaum wanita tidak selalu bersifat kasar dan meninggalkan luka yang nyata secara fisik. Kezhaliman ini juga ada yang bersifat lembut, tanpa kaum wanita sadari bahwa mereka sebenarnya tengah dizhalimi. Tengok misalnya bagaimana kaum wanita dimanfaatkan untuk mereguk keuntungan melalui media-media publik yang bisa diakses secara luas. Kaum wanita, dengan iming-iming bayaran menggiurkan rela membuka auratnya, rela menjadi bintang-bintang pujaan yang dikenal dan dikagumi karena kemolekannya. Mereka, secara fisik tidak mengalami tindak kejahatan, karena bahkan mereka menikmati keuntungan materi dari itu semua. Namun, secara norma agama dan akal sehat mereka sesungguhnya tengah dizhalimi. Mereka terjerat dalam monopoli dan kolonialisme kaum pria yang dampaknya jauh lebih buruk, karena tidak hanya dirinya yang rusak, tetapi juga merusak masyarakat luas.

Islam sangat menghargai dan menghormati kaum wanita. Dan, oleh karena itu, ia berupaya melindungi mereka dari tindak-tindak kezhaliman yang akan menimpanya. Melalui buku berjudul Melawan Kezhaliman terhadap Wanita ini, Muhammad bin ‘Abdullah bin Habdan ingin menjelaskan bagaimana Islam begitu perhatian terhadap kaum wanita. Dimulai dengan memaparkan potret kehidupan keluarga Rasulullah yang menggambarkan relasi keluarga yang harmonis, jauh dari tindakan-tindakan zhalim. Kemudian, menampilkan gambaran buruk yang terjadi di zaman dahulu, di beberapa peradaban besar dunia, yang mengungkapkan bagaimana jahatnya kaum laki-laki terhadap kaum wanita. Berikutnya, mengungkapkan bentuk-bentuk kezhaliman terhadap wanita di zaman modern, terutama di dunia Barat. Selanjutnya, menjelaskan bagaimana ajaran sejati Islam menyikapi kezhaliman yang terjadi terhadap kaum wanita Muslimah, menjelaskan sebab-sebab mereka dizhalimi, dan bentuk-bentuk kezhaliman terhadap mereka. Di bagian akhir, mengungkapkan tepisan-tepisan dan pelurusan-pelurusan Islam terhadap wacana keliru tentang Islam yang dituding menzhalimi kaum wanita.

Terbitnya buku ini mudah-mudahan menjadi peringatan sekaligus pendorong bagi kita semua untuk ikut ambil bagian dalam melawan bentuk-bentuk kezhaliman terhadap kaum wanita atau upaya-upaya untuk menzhalimi mereka, dimulai dari lingkungan keluarga, lalu masyarakat, dan yang lebih luas lagi. Hal ini termasuk bagian dari amar ma’ruf nahi munkar yang menjadi kewajiban segenap kaum Muslimin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s