Mencipta Surga di Rumah Tangga

Oleh : Fajar Kurnianto
Alumnus UIN Jakarta

Judul : Stop KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga)
Penulis : Abu Hamzah ‘Abdul Lathif Al-Ghamidi
Penerbit : Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Jakarta
Tahun : I, 2010
Tebal : xviii+390 halaman

Kekerasan, dalam beragam bentuknya, hampir kita dengar atau lihat setiap hari di berbagai media, cetak maupun elektronik. Bahkan, tidak jarang kita temukan ada di sekitar kita. Mulai yang skalanya besar dan luas, hingga yang skalanya kecil dan sempit. Dari tingkat masyarakat, hingga unit terkecilnya, yakni keluarga, orang-orang yang paling dekat dengan kita.

Islam datang membawa misi rahmatan lil ‘alamin, yakni menjadi rahmat bagi seluruh alam, yang itu berarti berupaya menghilangkan kekerasan dalam setiap tingkatannya. Kekerasan sendiri bukan termasuk yang diusung oleh misi Islam tersebut. Dengan demikian, Islam, sesuai dengan akar katanya yang salah satunya bermakna ‘kedamaian’, hakikatnya anti kekerasan. Apalagi, kekerasan yang terjadi di lingkup paling fundamental dalam sebuah komunitas sosial, yakni keluarga; lebih spesifik lagi, di dalam sebuah rumah tangga, dengan berbagai individu yang ada di dalamnya.

Kehidupan rumah tangga memang tidak selalu berjalan dengan mulus dan tenang. Pada suatu saat akan timbul riak-riak kecil yang membuat keharmonisan keluarga sedikit terganggu. Mulai yang riaknya kecil, hingga besar. Dan, sering kali, ketika riak itu muncul, bukan akal sehat dan hati nurani yang jadi sandaran, tapi hawa nafsu yang kemudian menyulut terjadinya kekerasan di dalamnya.

Dalam kekerasan ini, yang banyak terjadi adalah istri (perempuan) yang jadi korban, karena secara fisik, pemikiran, dan mental, ia lemah. Tetapi, sebenarnya, tidak sepenuhnya demikian yang terjadi. Dalam beberapa kasus, justru hal sebaliknya yang terjadi. Artinya, kekerasan sebenarnya bisa saja dilakukan oleh individu-individu di lingkup rumah tangga, siapa pun ia atau apa pun posisinya. Bahkan, kekerasan itu bisa saja dilakukan oleh anak terhadap orang tua, mertua, hingga pembantu.

Dari awal, Islam sudah menggariskan bahwa pembentukan sebuah rumah tangga, selain sebagai bentuk ibadah, tiada lain adalah agar tercipta ketenangan hidup, tidak hanya pada suami istri, tapi juga antara dua keluarga besar yang tersatukan oleh adanya pernikahan itu. Ketenangan yang lahir karena adanya cinta dan kasih sayang di antara mereka. Dengan kata lain, niat dari pernikahan adalah untuk membina sebuah keluarga yang harmonis, bahagia, tenteram, dan damai, yang itu tentu saja tanpa kekerasan.

Kekerasan memang menjadi masalah serius di lingkup rumah tangga. Ia harus ditangani secara benar dan tepat, sehingga efek lebih buruknya dapat diredam, tidak menjalar ke mana-mana. Tujuan akhirnya adalah mengembalikan kondisi keluarga pada harmoni yang sebelumnya tercipta, serta suasana yang tenang dan nyaman seperti sedia kala. Segala persoalan rumah tangga selalu ada solusi penyelesaian yang arif dan bijaksana. Dan, kekerasan bukanlah solusi, tapi justru mencipta masalah baru, yang bisa jadi lebih merepotkan. Dendam, kebencian, dan kedengkian, adalah beberapa buah dari kekerasan ini.

Bagaimanakah sebetulnya Islam menjelaskan persoalan kekerasan dalam rumah tangga? Dan, apa yang harus dilakukan ketika kekerasan itu terjadi? Buku ini hadir antara lain untuk menjawabnya. Poin menarik dari buku ini adalah penulisnya mengungkapkan persoalan kekerasan dalam rumah tangga secara adil dan meyeluruh. Bahwa kekerasan tidak melulu dilakukan oleh pihak laki-laki (suami) terhadap pihak perempuan (istri). Hal sebaliknya juga bisa terjadi. Bahkan, di antara anggota keluarga selain suami istri itu juga bisa melakukan kekerasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s