Serpihan Kisah Bung Karno

Oleh : Fajar Kurnianto
Alumnus UIN Jakarta

Judul : Kisah Istimewa Bung Karno
Editor : Hero Triatmono
Penerbit : Kompas, Jakarta
Tahun : I, Juli 2010
Tebal : xxii+322 halaman

Bung Karno (BK) adalah sosok yang begitu lekat dalam ingatan rakyat Indonesia. Ia tidak hanya dikenal sebagai presiden pertama RI, tapi juga sosok kharismatis yang mampu menyihir imaji rakyat Indonesia ketika itu tentang Indonesia yang akan menjadi mercusuar dunia melalui orasi-orasinya yang membakar spirit patriotisme dan nasionalisme. Ia begitu istimewa ketika itu, bahkan hingga kini, di hati rakyat dan generasi muda yang terinspirasi olehnya.

Hanya itukah keistimewaan BK? Buku berjudul Kisah Istimewa Bung Karno memberikan jawaban yang lebih daripada itu. Buku ini merupakan kumpulan artikel yang dimuat di harian Kompas dengan tema besar mengenai kehidupan BK dan cerita-cerita yang jarang sekali terekspos mengenai dirinya, menggugah pembaca untuk lebih mengerti seorang BK dalam kehidupannya sehari-hari, baik dalam posisinya sebagai orang terhormat, juga posisinya sebagai orang biasa yang selalu membaur dengan rakyat dan berjuang demi kepentingan rakyat.

Buku ini terdiri dari lima bagian. Bagian pertama antara lain berisi cerita masa muda BK antara 1909-1919, seorang Inggit Ganarsih yang menjadi inspirasi BK, Mayjen Soenarso yang gagal menjegal Naoko Nemoto (Ratnasari Dewi) dekat dengan BK, tentang istri-istri BK dari Siti Oetari hingga Yurike Sanger, tentang Willem Oltmans sahabat BK bekas musuh Belanda, Arip sopir BK yang BK sebut ‘sahabat’, tentang Isa Djamaluddin juru dokumentasi pembuangan BK, Riwu Ga sebagai saksi dan terompet proklamasi, Jusuf Kunto sang penculik pada peristiwa Rengasdengklok, Molly Bondan dan Thomas Atkinson dua penulis pidato politik BK, Andrzej Atkinson satu-satunya diplomat asing yang boleh berkomunikasi langsung dengan BK selama masa penahanan rumah dan ketika sakit-sakitan yang kemudian diberi keris BK, dan ekspresi kasih Hilmar Pabel.

Bagian kedua berisi tempat-tempat yang menjadi saksi perjalanan BK, antara lain Ende yang terdapat rumah tahanan BK, cerita-cerita BK di Ende, BK di bumi Raflesia, rumah BK yang rusak, bangunan bersejarah yang menjadi ‘rumah’ BK, Levana dan koleksi BK, istana Cipanas tempat BK mencari inspirasi, BK di Batutulis, wisata sejarah BK Bandung, menyelamatkan rumah BK, dan rumah kenangan BK-Inggit.

Bagian ketiga bercerita tentang BK sebagai seorang arsitek-seniman, BK pencintra drama, tentang delapan naskah asli tonil BK yang diduga hilang, BK dan tiga pelukis istana, BK sang perancang bangunan bangsa, pameran mobil-mobil dinas BK, dan BK yang konon memiliki pesawat ‘Air Force One’.

Bagian keempat berisi cerita tentang BK yang dikenang sepanjang zaman, antara lain demam BK di Bandung, perangko ‘100 tahun BK’ yang disambut antusias, BK di sudut-sudut PRJ, 400 buku koleksi BK yang lapuk, di Bengkulu malah hancur, rekaman BK yang terancam hancur, perburuan harta karun BK, kawasan wisata pemakaman BK, bertemu BK diantar Guruh, Bimasena mengenang Verdi dan BK, BK dalam cerita bergambar, ironi BK di Afrika Selatan, dan BK yang—entah benar atau tidak—ternyata dikagumi oleh orang tua Sri Mulyani Indrawati mantan Menkeu.

Bagian kelima berisi BK dalam foto. Yakni, cerita-cerita tentang dirinya yang terekam baik dalam foto-foto kenangan.

Buku ini seluruhnya berisi serpihan kisah BK yang telah menjadi sejarah bangsa saat ini, yang sekarang masih terus bergaung. Sejarah memang harus terus dipelajari, karena sangat berguna bagi bangsa saat ini. Mempelajari sejarah, menurut Asvi Warman Adam di pengantar buku ini, bertujuan untuk bisa mengetahui hukum-hukum yang menguasai kehidupan manusia. Dan, salah satu hukum itu, kata Asvi, bahwa tidak ada bangsa bisa menjadi besar dan makmur zonder bekerja! Tidak ada bangsa yang menjadi besar dan makmur tanpa kristalisai keringat.*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s