Menyingkap Hikmah di Balik Sejarah Nabi

Oleh : Fajar Kurnianto
Alumnus UIN Jakarta

Judul : Fikih Sirah, Hikmah Tersirat dalam Lintas Sejarah Hidup Rasulullah Saw.
Penulis : Dr. Al-Buthy
Penerbit : Hikmah, Jakarta
Tahun : I, Maret 2010
Tebal : xviii+695 hlm

Sejarah merupakan bagian penting dalam hidup kita. Melalui sejarah, kita bisa mengambil banyak pelajaran berharga dari berbagai peristiwa masa lalu yang dikisahkannya. Peristiwa yang melibatkan para aktor di dalamnya. Para aktor yang mencatatkan diri di lembar sejarah sebagai tokoh yang berperan baik yang membuatnya hingga kini selalu dikenang dan menjadi inspirasi serta patut diikuti, juga para aktor yang mencatatkan diri sebagai tokoh dengan peran buruk sehingga tidak layak dikenang dan tidak pantas diikuti.

Sejarah Nabi Muhammad adalah salah satu sejarah yang paling luar biasa dan inspiratif di dunia. Sejarah tokoh besar yang namanya berada di urutan pertama dari seratus tokoh dunia lainnya seperti yang disusun oleh Michael H Hart dalam karyanya, The 100; A Ranking of The Most Influential Persons in History (1978). Sebuah pengakuan objektif dari seorang yang non-Muslim. Dan, memang, tidak sedikit para sejarawan dunia yang mengagumi sosok Nabi Muhammad, lepas dari sudut pandang mereka dalam melihat sosok Nabi Muhammad; entah Nabi sebagai sang pemimpin, sang revolusioner, pejuang kemanusiaan, intelektual cerdas pada zamannya, dan setererusnya.

Semua anggapan itu sah-sah saja. Tetapi yang pasti, bagi umat Islam, Muhammad adalah seorang Nabi dan Rasul yang diturunkan oleh Allah untuk membawa misi dakwah ajaran Islam, yakni ajaran-ajaran Allah, di Jazirah Arab ketika itu. Ini untuk menepis anggapan tidak sedikit sejarawan yang menulis tentang sejarah Nabi Muhammad tidak dalam konteks beliau sebagai Nabi, tapi sebagai hanya manusia luar biasa. Padahal, keluarbiasaan beliau muncul karena beliau adalah Nabi dan Rasul Allah yang selalu dibimbing-Nya. Bimbingan Allah yang membuat beliau mengukir perjalanan hidup beliau yang sarat dengan hikmah ajaran Islam untuk dipelajari, direnungkan, dan diterjemahkan oleh umat Islam di mana pun berada.

Mengulas sejarah Nabi Muhammad dengan demikian menjadi penting serta menemukan relevansi dan urgensinya ketika umat Islam dewasa ini disuguhi sejarah beliau yang sekadar sejarah, sebatas gambaran perjalanan hidup beliau, hanya potret biografi seorang Muhammad, tanpa pengungkapan rahasia ilahiah di balik sejarah beliau. Dr. Al-Buthy yang bernama lengkap Said Ramadhan Al-Buthy, melalui karyanya dalam bidang sejarah berjudul Fikih Sirah; Hikmah Tersirat dalam Lintas Sejarah Hidup Rasulullah Saw, ini ingin masuk ke ranah mengungkap rahasia ilahi di balik sejarah hidup Nabi, tidak sekadar menulis sejarah seperti yang umum dilakukan oleh para sejarawan Muslim baik dulu maupun sekarang.

Al-Buthy adalah tokoh paling berpengaruh di Timur Tengah dan fenomenal saat ini. Ia lahir pada tahun 1929 di Buthan, Turki. Pengajiannya selalu dipenuhi para jamaah. Karya-karyanya selalu ditunggu masyarakat. Meski ia dianggap sebagai tokoh yang kritis terhadap pemerintah, bahkan disebut-sebut sebagai bagian dari kelompok Ikhwanul Muslimin, Presiden Syiria sangat menghormatinya.

Sisi lain yang ingin diungkapkan oleh Al-Buthy adalah meletakkan sejarah Nabi Muhammad dalam konteks yang sebenarnya. Lintasan sejarah beliau, menurutnya, adalah lintasan sejarah kenabian dan kerasulan, bukan lintasan sejarah manusia biasa. Berbagai peristiwa luar biasa dari sejak kelahiran beliau hingga wafat merupakan bukti kenabian dan kerasulan beliau. Beberapa peristiwa seperti dibelahnya dada Nabi oleh Malaikat, peristiwa Isra Mi’raj, munculnya para Malaikat di Perang Badar, dan hal-hal lain yang dianggap sebagai mukjizat, menurut Al-Buthy memang benar demikianlah adanya. Kita menganggap itu bukan mukjizat, karena kita terpenjara dengan pengalaman dan pengetahuan kita sekarang, bukan aktor-aktor yang terlibat langsung ketika peristiwa yang dianggap sebagai mukjizat itu terjadi.

Pandangan Al-Buthy tentang penulisan sejarah Nabi Muhammad yang seperti ini berangkat dari kenyataan bahwa sumber-sumber sejarah Nabi Muhammad sudah lebih dari cukup. Di pendahuluan bukunya ini, Al-Buthy menjelaskan bahwa para ulama penulis sejarah awal, seperti Urwah bin Zubair (wafat 92 H), Abban bin Utsman (wafat 105 H), Wahb bin Munabbih (wafat 110 H), Syarhabil bin Sa’d (wafat 123 H), dan Ibnu Syihab Az-Zuhri (wafat 124 H), serta penulis sejarah generasi kedua yang tokohnya adalah Muhammad bin Ishaq (wafat 152 H), telah mendasarkan sumber-sumber penulisan sejarah pada: (1) Alquran, (2) kitab-kitab hadis, (3) para perawi yang memiliki perhatian besar terhadap sejarah Nabi Muhammad.

Al-Buthy ingin beranjak dari sumber-sumber sejarah itu ke ranah pemahaman tentang hikmah atau pesan-pesan ilahi yang terkandung di balik sejarah itu sendiri. Karena itu, ia menyebutnya dengan Fikih Sirah, yakni pemahaman atas sejarah hidup Nabi Muhammad yang nantinya bisa diaplikasikan dalam kehidupan umat Islam saat sekarang ini. Karena, bagaimanapun juga, sejarah Nabi adalah bingkai atau latar belakang bagi ajaran-ajaran beliau yang terkait dengan akidah, syariah, dan akhlak. Akidah berkaitan dengan keimanan, syariah berkaitan dengan hukum-hukum agama, dan akhlak berkaitan dengan etika atau adab-adab perilaku manusia dalam kehidupan.

Buku ini terbagi ke dalam enam bagian besar. Bagian pertama adalah Pendahuluan, berisi antara lain pentingnya sejarah Nabi Muhammad untuk memahami Islam, perkembangan studi sejarah Nabi Muhammad, hikmah lahirnya Islam di Semenanjung Arab, Muhammad sebagai Rasul pamungkas, masa jahiliyah dan warisan ajaran hanif masa lalu. Bagian kedua, dari masa lahir hingga diangkat menjadi Rasul. Bagian ketiga, dari pengangkatan sebagai Rasul hingga hijrah. Bagian keempat, dasar-dasar masyarakat baru (fase awal di Madinah). Bagian kelima, fase peperangan defensif. Bagian keenam, penaklukan yang mencakup persiapan dan pencapaiannya. Bagian tambahan sebelum penutup mengungkap soal sejarah Khulafaur Rasyidin, yakni empat khalifah setelah Rasulullah wafat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s