Gaza dan Tragedi Kemanusiaan

Oleh : Fajar Kurnianto
Alumnus UIN Jakarta

Judul : Jalur Gaza; Tanah Terjajah, Intifada, dan Pembersihan Etnis
Penulis : Trias Kuncahyono
Penerbit : Kompas, Jakarta
Cetak : I, Agustus 2009
Tebal : xlii+326 hlm

Pada tanggal 27 Desember 2008, pukul 11.33, jet-jet tempur Israel menggempur 50 hingga 100 target dalam tempo delapan menit. Akibat serangan itu, sekitar 200 orang menjadi korban. Inilah serangan pertama Israel di Gaza mengawali perang melawan Palestina (Hamas) hingga memakan waktu 22 hari lamanya. Perang yang memakan korban warga sipil begitu banyak. Serangan ini benar-benar sangat brutal. Layak disebut sebagai serangan pembersihan etnis Palestina di Gaza.

Buku Jalur Gaza; Tanah Terjajah, Intifada, dan Pembersihan Etnis karya Trias Kuncahyono merupakan catatan jurnalistik yang mengikuti secara langsung perkembangan situasi di Gaza sejak serangan Israel akhir tahun 2008 dilancarkan hingga Januari 2009. Melalui gaya bertutur ala jurnalis disertai dengan berbagai foto langsung kondisi di sana, Trias berhasil menggambarkan cukup komprehensif situasi selama perang berlangsung. Tidak hanya bercerita tentang perang yang terjadi, tapi juga kondisi sosio kultural warga Gaza dari masa lalu hingga sekarang.

Gaza memiliki sejarah panjang yang warna-warni di masa lalu. Mengenai asal muasal Gaza, Zev Vilnay, penulis buku Legends of Palestina, mengisahkan bahwa nama Gaza berasal dari kata Arab ‘Gazza’ yang aslinya diambil dari bahasa Kanaan atau Hibrani yang artinya ‘kuat’ dan dalam bahasa Inggris artinya ‘kubu’ atau ‘benteng’. Menurut Mariam Shahin, seorang wartawan sekaligus penulis buku, orang-orang Kanaan—mereka adalah suku bangsa yang diperkirakan tinggal di wilayah yang sekarang disebut Palestina pada sekitar 3000 tahun SM atau 5000 tahun yang lalu—menyebut diri mereka Gaza. Orang-orang Mesir kuno menyebutnya ‘Ghazzat’.

Sejak dahulu kala, Gaza menjadi medan perang antar bangsa di dunia yang memperebutkannya. Letak Gaza memang strategis. Kota ini terletak di jalur lalu lintas utama tepi pantai Laut Tengah. Misalnya, karavan para pedagang dari Mesir yang akan ke Suriah atau sebaliknya selalu melewati kota itu. Itulah sebabnya, menurut catatan sejarah, Gaza dan wilayah-wilayah sekitarnya selalu menjadi rebutan kerajaan-kerajaan besar di masa itu. Gaza dan wilayah-wilayah di sekitarnya, termasuk Yudea, silih berganti jatuh ke tangan Asiria, Babylonia, Persia, Yunani, Romawi, Arab, Turki, dan Inggris.

Pada tanggal 9 Desember 1987, Intifada pertama secara dramatis meletus setelah dua puluh tahun pendudukan Israel atas wilayah Palestina. Intifada adalah gerakan perlawanan dari warga Palestina hanya dengan menggunakan batu. Gerakan ini muncul karena warga Palestina sudah tidak tahan dengan segala tindakan Israel atas Palestina. Di dekat Gaza City terdapat sebuah kamp pengungsian warga Palestina, Jabaliya. Jabaliya berada di tengah, atau penyangga antara Gaza City dan wilayah perbatasan Jalur Gaza-Israel.

Serangan Israel yang dimulai pada 28 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009 menyisakan penderitaan, kehancuran, dan kematian. Tidak ada yang lebih baik daripada itu. Begitu banyak nyawa melayang, bangunan hancur, dan orang kehilangan harta bendanya, kehilangan anaknya, orang tuanya, istrinya, suaminya, kerabatnya. Banyak pula yang menderita karena cacat kehilangan salah satu bagian anggota tubuhnya. Dalam serangan Israel ke Gaza selama 22 hari itu, Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan jumlah korban tewas 1193 orang. Dari jumlah itu, 410 di antaranya adalah anak-anak dan 108 korban adalah perempuan. Sementara yang terluka mencapai 5300 orang, dan 1600 korban luka di antaranya adalah anak-anak. Tragedi kemanusiaan yang wajib dikecam, sebagai tindakan tak berperikamanusiaan.*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s