Tragedi 30S di Mata Geerken

Oleh : Fajar Kurnianto
Koran Jakarta, Rabu 20 September 2011

Judul : A Magic Gecko, Peran CIA di Balik Jatuhnya Soekarno
Penulis : Horst Henry Geerken
Penerbit : Kompas, Jakarta
Tahun : I, Maret 2011
Tebal : xvi+408 halaman

Akhir bulan September, dalam sejarah Indonesia, memiliki makna tersendiri. Pada 1965, di akhir bulan itu (30/9), tragedi politik yang menewaskan enam jenderal terbaik bangsa ini terjadi. Hingga saat ini peristiwa itu masih gelap. Siapa sesungguhnya yang menjadi dalang utama tragedi itu? Komunis (PKI)? Amerika Serikat (AS)/Central Intelligence Agency (CIA)? Tentara AD? Puluhan tahun kemudian sejak peristiwa itu terjadi, AS membuka sebagian dokumen rahasia CIA dan memublikasikannya. Salah satu dokumen itu menyebutkan peran CIA.

Horst Henry Geerken dalam bukunya menegaskan peran besar CIA dalam tragedi itu. Geerken adalah seorang Jerman yang bekerja pada sebuah perusahaan telekomunikasi Jerman yang menempati Indonesia. Ia datang pertama kali ke Jakarta tahun 1963 dan tinggal cukup lama di Indonesia, melanglang buana ke beberapa daerah di Indonesia hingga 1981.

Buku ini adalah catatan Geerken sepanjang berada di Indonesia dalam kurun itu, yang antara lain merasakan dan melihat bagaimana situasi menegangkan ketika itu dan peristiwa-peristiwa pembersihan orang-orang komunis setelahnya.

Menurut Geerken, AS dengan CIA-nya sejak berakhir Perang Korea 1953, mulai memperhatikan Indonesia yang kaya minyak bumi. Ada kepentingan ekonomi yang coba dijaga AS. Pengalaman Vietnam yang ikut blok komunis China tidak ingin terulang. Presiden AS ketika itu, Eisenhower, menggelontorkan dana cukup banyak untuk menghalangi Indonesia ikut blok komunis. Gelagat itu terlihat ketika Soekarno begitu mesra dengan komunis (PKI) yang dekat dengan poros Moskwa dan Peking (China). Tidak ada pilihan bagi Eisenhower selain menyingkirkan Soekarno.

Berbagai cara dilakukan untuk tujuan itu. Mulai dari mendanai dan memasok persenjataan untuk para pemberontak (PRRI-Permesta) di Sumatra dan pemberontak di Sulawesi, memengaruhi jenderal-jenderal AD untuk membelot dari Soekarno, hingga melakukan operasi intelijen CIA yang mengembuskan isu adanya Dewan Jenderal antikomunis yang akan mengudeta Soekarno.

Isu kudeta yang kemudian direspons Letnan Kolonel (Letkol) Untung, Kepala Tjakrabirawa, pasukan penjaga istana presiden, dengan menangkapi dan membunuh para jenderal yang diduga sebagai anggota Dewan Jenderal. Tapi, karena ulah Untung inilah Soeharto memburunya serta menghabisi PKI dan simpatisannya di akar rumput setelah itu. Ribuan orang PKI di daerah-daerah dibunuh. Selebihnya dibuang ke Pulau Buru.

Tragedi 30S menjadi titik awal jatuhnya Soekarno, yang berarti keuntungan bagi AS yang memang berkepentingan terhadap Indonesia sejak lama. Dalam rangka pembersihan orang-orang komunis pun AS memberikan bantuan besar-besaran, antara lain bantuan dalam bentuk peralatan komunikasi untuk memudahkan pembersihan.

Dari peran yang dimainkan AS dan keinginannya untuk menyingkirkan komunis di bumi Indonesia, yang berarti juga menyingkirkan Soekarno karena dekat dengan komunis, kemudian ikut mendanai proses pembersihan orang-orang komunis, terlihat jelas betapa besarnya peran AS. Perpecahan di tubuh tentara AD, dengan adanya dua kubu: pro dan kontra Soekarno, makin memudahkan AS untuk mewujudkan keinginannya menyingkirkan Soekarno. AS memetik keuntungan dalam hal ini.

Buku Geerken ini, sayangnya, tidak cukup banyak mengemukakan fakta-fakta baru yang lebih jelas perihal keterlibatan CIA. Karena memang buku ini hanya catatan hidup seorang Geerken selama di Indonesia yang secara kebetulan berada dalam periode tragis sejarah Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s