Etika Religius Syaikh Yusuf

Oleh : Fajar Kurnianto
Bisnis Indonesia, Minggu 4 September 2011

Judul : Agama dan Bayang-bayang Etis Syaikh Yusuf Al-Makassari
Penulis : Mustari Mustafa
Penerbit : LKiS, Yogyakarta
Tahun : I, Juni 2011
Tebal : xii+206 halaman

Nama Syaikh Yusuf Al-Makassari (1626-1699) di kalangan umat Islam Indonesia sudah tidak asing lagi. Seorang tokoh historis, ulama, sufi, dan pejuang dari Makassar abad XVII.

Namanya juga tersohor hingga mancanegara, tepatnya Afrika Selatan (Tanjung Harapan), tempat ia dibuang Belanda (tahun 1683) akibat dakwah dan perjuangannya hingga wafat di situ.

Pemerintah Afrika Selatan bahkan sampai menganugerahinya gelar pahlawan nasional. Nelson Mandela menyebutnya sebagai salah satu inspirator perjuangan kemerdekaan dan persamaan hak di Afrika Selatan.

Buku karya Mustari Mustafa yang merupakan disertasi doktoralnya ini mengulas dan membedah cukup cermat buah-buah pikiran Syaikh Yusuf terkait dengan agama, yang ia sebut sebagai etika religius Syaikh Yusuf.

Sebagai tokoh ulama sekaligus sufi, Syaikh Yusuf memiliki pandangan keagamaan yang cukup dalam dan luas seperti yang terlihat dalam karya-karyanya yang di buku ini dicantumkan ada 21 buah dengan tema-tema beragam, antara lain tentang etika beribadah, tentang zikir, tentang prinsip-prinsip kepercayaan (keimanan) dan tauhid, tentang tasawuf, tentang insan kamil, tentang filsafat, tentang suluk, tentang makrifat, dan tentang wali Allah.

Secara garis besar, karya-karya Syaikh Yusuf memang kental dengan nuansa tasawuf. Apalagi jika melihat pandangan tokoh-tokoh sufi yang banyak ia kutip. Misalnya, Ibrahim bin Adham, al-Ghazali, Ibnu ‘Athaillah al-Iskandari, Abdul Qadir Jailani, Abdul Karim al-Jilli, dan Rabiah al-Adawiyah.

Ibrahim bin Adham adalah sufi awal yang memberikan landasan filsafat etis pada perkembangan tasawuf Islam selanjutnya. Al-Ghazali dikenal sebagai sufi yang menekankan harmonisasi tasawuf dan syariat serta membela kaum sufi dari tuduhan yang mengatakan kaum sufi tidak peduli syariat. Ibnu ‘Athaillah dengan zikir-zikirnya. Syaikh Abdul Qadir Jalani dengan ajaran-ajaran etika terhadap Allah. Al-Jilli dengan konsep insan kamilnya. Sementara Rabiah dikenal dengan konsep cintanya kepada Allah.

Etika religius Syaikh Yusuf menurut Mustari dilandasi Alquran, sunah, filsafat, dan tasawuf. Konsepnya tentang etika ini menitikberatkan pada perbuatan dan pengamalan dari ajaran agama. Seperti tokoh-tokoh sufi lainnya, Syaikh Yusuf juga menjelaskan konsep-konsep kunci dalam etika religiusnya yang merupakan empat tingkatan dalam praktik sufisme, yakni syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s