Mengkritik Politik Minyak Paman Sam

Oleh : Fajar Kurnianto
Majalah GATRA, 14 – 20 Juli 2011

Judul : Mengapa Perusahaan Minyak Dibenci?
Penulis : John Hofmeister
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tahun : I, April 2011
Tebal : xx+276 halaman

Dalam soal minyak, dua partai yang terlibat dalam kekuasaan di Amerika Serikat dinilai sama-sama konyol. Sistem perdagangan kredit dianggap cukup efektif untuk mengurangi polusi akibat bahan bakar fosil.

Industri energi di berbagai negara memiliki dinamikanya sendiri. Industri ini pada satu sisi dirindu, tapi di sisi lain juga dibenci. Dirindu, karena semua negara memerlukan energi, ingin pasokan energi tercukupi, lancar, dan tidak terkendala, untuk menjalankan roda industri lainnya. Dibenci, manakala harganya dinaikkan dengan berbagai alasan, sehingga ikut melambungkan harga bahan kebutuhan pokok. Juga tatkala penggunaannya melahirkan dampak buruk terhadap lingkungan, sehingga mempengaruhi perubahan iklim.

Buku John Hofmeister ini coba mengkritisi berbagai isu energi, baik dalam skala internasional maupun nasional, dari perspektif pelaku industrinya sendiri. Mantan Direktur Utama Shell Oil Company itu dikenal sangat kritis tidak hanya terhadap orang-orang di luar industri energi, melainkan juga terhadap rekan-rekannya di industri bahan bakar minyak. Isu internasional yang disorot, misalnya, berkaitan dengan pencemaran atau kerusakan lingkungan, perubahan iklim, dan pemanasan global. Sedangkan isu nasional seperti kemandirian energi, krisis energi, serta hubungan industri ini dengan masyarakat, pemerintah, dan para politisi di Amerika Serikat.

Dalam kaitan dengan perubahan iklim, bagi Hofmeister, yang lebih penting adalah memikirkan cara menangkap, mengelola, dan mengolah limbah gas secara baik. Menurut dia, langkah yang bisa dilakukan adalah dengan mekanisme pembatasan untuk membatasi limbah gas yang memasuki atmosfer (cap) dan memberikan insentif kepada perusahaan agar terangsang mendapatkan cara kreatif mengurangi polusi. Sistem perdagangan kredit dengan metode ganjaran dan hukuman adalah cara paling efektif dalam menciptakan industri pencipta nilai milyaran dolar untuk mengendalikan dan mengelola, serta dalam beberapa kasus menangkap dan menahan emisi gas (halaman 71-72).

Dalam konteks isu nasional, ia melontarkan kritik tajam kepada para politisi Amerika terkait dengan wacana kemandirian energi di negara tersebut. Hofmeister menilai, bila sayap kanan diserahi tugas mengurusi energi, mereka akan menghancurkan bumi. Idem ditto, bila sayap kiri diserahi tugas yang sama, mereka akan menghancurkan masyarakat. Sayap kanan adalah kubu Republik dengan kandidat calon presiden John McCain, sedangkan sayap kiri adalah kubu Demokrat dengan ikon Al Gore dan Obama.

Sayap kanan menyerukan: “Drill, baby, drill!” Sayap ini sangat menggandrungi gagasan kemandirian energi dengan secara intensif mengeksploitasi minyak, gas, dan batu bara dalam negeri. Sayap ini juga menolak pembatasan karbon dan gas efek rumah kaca serta mencemooh ide pemanasan global sebagai tipuan lingkungan yang diembuskan oleh kaum eco pessimists.

Di lain pihak, Al Gore menuntut kemandirian energi Amerika dengan resep: sumber energi hijau, kendaraan hibrid bertenaga baterai dan plug-in, tidak ada batu bara (kecuali “batu bara bersih”), pembatasan atau tiada lagi pengeboran, dan pembatasan atau tiada lagi nuklir. Semua itu digantikan dengan penggunaan semaksimal mungkin sumber bahan bakar nabati (BBN), angin, dan tenaga surya dalam waktu sesingkat mungkin.

Menurut Hofmeister, kedua sayap ekstrem itu sama-sama konyol. Eksploitasi hidrokarbon tanpa kekangan versi sayap kanan, pada akhirnya, akan menghancurkan keseimbangan lingkungan bumi. Sementara itu, sayap kiri ingin memindahkan ke sumber-sumber energi baru yang belum terbukti, teruji, dan terbangun untuk menggerakkan keseluruhan perekonomian nasional sambil mematikan infrastruktur yang ada dalam waktu hanya satu dasawarsa. Solusinya, kata Hofmeister, ada di titik tengah dua sayap itu (halaman 80-81).

Buku ini memang secara khusus berbicara mengenai industri energi Amerika Serikat, namun bisa menjadi pelajaran untuk Indonesia. Ada beberapa persoalan yang sama juga dihadapi Indonesia, seperti penanganan limbah industri pemakai produk industri energi seperti minyak, pemeliharaan dan pelestarian lingkungan, kemandirian dan ketahanan energi, serta hubungan industri ini dengan politik dan masyarakat. Hofmeister menawarkan kerangka kerja untuk menyingkirkan politik dari energi serta memuluskan transisi dari bahan bakar fosil ke suatu masa depan energi yang murah dan lestari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s