Belajar dari Strategi Napoleon

Oleh : Fajar Kurnianto
Bisnis Indonesia, Minggu 4 Desember 2011

Judul : Napoleon dan Strategi Perang Modern
Penulis : Conrad H Lanza
Penerbit : Komunitas Bambu, Depok
Tahun : I, Februari 2010
Tebal : xxx+207 halaman

Nama Napoleon Bonaparte dalam catatan sejarah dunia, Eropa khususnya, lebih spesifik lagi Prancis, sudah tidak asing lagi. Pria kelahiran 15 Agustus 1769 ini bukanlah orang asli Prancis, tapi Corsica, Italia. Corsica ini masuk dalam wilayah Prancis 15 bulan sebelum Napoleon lahir.

Pada masa mudanya, ia seorang nasionalis sejati yang menentang penguasaan Prancis. Tapi, ia masuk akademi militer di Prancis tahun 1779 pada usia 9 tahun dan tamat pada 1785 dalam usia 15 tahun dengan pangkat terakhir sebagai letnan, bergabung dengan militer Prancis, yang kemudian membuatnya merasa sebagai orang Prancis.

Kemenangan demi kemenangan di darat banyak sekali diraih Napoleon, hingga mencapai Moskow tahun 1812 dan menguasainya sebelum kemudian dipukul mundur pasukan gabungan Rusia dan cuaca dingin ekstrem hingga hanya 10% dari total pasukannya yang berhasil keluar Rusia.

Roda sejarah selalu berputar, setelah meraih banyak kemenangan, Napoleon pun akhirnya kalah dan berakhir. Tapi, dunia saat itu dan sekrang mengakui Napoleon sebagai jenderal perang yang jenius dan ahli strategi.

Buku ini mengungkap strategi perang Napoleon hingga banyak menuai kemenangan. Ada 115 Aturan Napoleon yang dipegang sebagai strategi perang di buku ini lengkap dengan komentar di bawahnya.

Membaca 115 Aturan Napoleon ini akan membuat kita mengerti seorang Napoleon di medan perang. Untuk waktu itu, strategi perangnya sangat modern. Ia tahu betul kapan pasukan harus maju, menyerang dan bertahan, juga mengorganisasi, mengelabui dan memata-matai musuh serta cara menghambat pergerakan musuh.

Strategi Napoleon banyak berhasil di darat. Meskipun ada beberapa strategi yang di laut, tapi itu masih kalah jauh dibandingkan Inggris. Napoleon selalu kalah dari Inggris jika bertempur di laut. Dapat dikatakan, Napoleon memang jagoan darat. Di buku ini sendiri, dari 115 Aturan Napoleon hanya 3 yang terkait dengan strategi di laut, yaitu Aturan 113, 114, dan 115 (hlm. 183-190).

Beberapa Aturan Napoleon sudah tidak lagi relevan jika dibandingkan dengan kondisi saat ini ketika persenjataan atau alat-alat perang semakin modern dan canggih dengan efek begitu dahsyat yang ditimbulkannya.

Tapi, meski begitu, sejarah dunia tetap mengagumi Napoleon sebagai jenderal hebat dan ahli strategi perang pada masanya. Sebagian orang bisa jadi menyebutnya penjahat perang, tapi sebenarnya tidak sepenuhnya demikian. Perang Napoleon sesungguhnya lebih didorong oleh ambisi yang oportunistis, sebuah kebanggaan dan kejayaan Prancis di dunia, di bawah Napoleon. Kita bisa merasakannya di buku ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s