Dari Sosialis ke Individualis

Oleh : Fajar Kurnianto
Majalah GATRA, 27 Juni 2007

Judul : Anarkisme: Perjalanan Sebuah Gerakan Perlawanan
Penulis : Sean M Sheehan
Penerbit : Marjin Kiri, Tangerang
Tahun : I, Januari 2007
Tebal : xxxvi+183 halaman

Berbicara mengenai fenomena gerakan politik massa sejatinya bukan hal baru. Ia telah mewabah ke berbagai penjuru dunia, setidaknya setelah Revolusi Perancis akhir abad ke-18 mampu menggulingkan kekuasan raja yang absolut, otoriter, dan tiranik, lalu menggantinya dengan kekuasaan rakyat (daulat rakyat). Revolusi itu sendiri menandai mengemukanya apa yang disebut sebagai wacana gerakan politik massa berideologi anti-negara (otoritas) bernama gerakan politik massa anarkisme.

Tidak seperti yang dipahami sebagian orang bahwa anarkisme adalah gerakan politik massa yang liar, ugal-ugalan, tanpa kontrol, tidak terorganisasi, dan sarat dengan tindak kekerasan terhadap yang dilawannya. Padahal, dalam kenyataan, gerakan politik massa anarkisme tidak sepenuhnya teridentifikasi dan tercap sebagai gerakan yang demikian.

Buku berjudul Anarkisme: Perjalanan Sebuah Gerakan Perlawanan karya Sean M. Sheehan, terjemahan dari teks asli Anarchism menjadi satu di antara buku-buku yang memotret gerakan anarkisme sebagai gerakan yang justru bertendensi bukan seperti pemahaman itu.

Kata anarki berasal dari bahasa Yunani kuno yang kira-kira memiliki arti tidak adanya pemimpin, tidak adanya pemerintahan. Etimologi kata ini menandai hal yang khas dari anarkisme, yakni penolakan terhadap kebutuhan akan otoritas tersentral atau negara tunggal, satu-satunya bentuk pemerintahan yang dikenal saat ini (halaman 23).

Dari pengertian etimologi ini jelas terbaca bahwa inti dasar dan tujuan gerakan ini adalah berupaya melakukan perlawanan terhadap negara demi mewujudkan cita-cita tertentu. Salah satunya, deotorisasi negara dan mengembalikan otoritas itu sepenuhnya pada rakyat. Rakyat yang mengatur segalanya, baik dalam hal politik, ekonomi, atau yang lainnya.

Sebetulnya, gerakan ini bukan menolak negara dalam pengertian suatu lembaga independen. Yang mereka tolak adalah bahwa sistem yang dibuat oleh negara memungkinkan negara kemudian menjadi pihak yang begitu otoritatif yang menuntut kepatuhan total warganya. Dalam bahasa Sheehan, gerakan ini menolak gagasan tentang suatu tatatan berkuasa yang menuntut dan menghendaki kepatuhan warganya (atau, kalau perlu nyawa warganya). Anarkisme menolak otoritas tersentral yang disakralkan dan diwujudkan dalam bentuk negara (halaman 24).

Sebagai gerakan politik massa yang kemudian mentradisi, anarkisme jelas berada di wilayah yang berseberangan dengan negara. Filsafat dasar anarkisme mengakar pada dua pendulum pemikir Nietzsche dan Karl Marx, terutama dalam pemikiran soal ontologi sosial. Marx sendiri, dalam hal bagaimana memahami dunia dan menjelaskan keniscayaan suatu perubahan, bahkan kalau perlu perubahan yang sangat radikal, melandaskan basisnya pada pemikiran Emanuel Kant.

Kalau pemikiran Marx menginspirasi gerakan anarkisme sosialis, sedikit banyak tidak demikian dengan pemikiran Nietzsche yang menginspirasi gerakan anarkisme individualis. Nietzsche menulis tentang manusia historis yang sedang memproyeksikan dorongan-dorongan dasariahnya pada relitas. Sebuh proses penataan ulang yang mengharuskan pengekangan beberapa naluri sekaligus pemupukan kreatif naluri-naluri lainnya. Sejarah, menurutnya, adalah proses dinamis dan dialektis untuk mengeksternalisasi diri, dan di dalamnya terdapat aspek pembebasan (halaman 79).

Buku ini tidak saja menarik karena memberikan gambaran cukup jelas soal gerakan politik massa anarkisme yang telah mentradisi dan mendunia dalam berbagai bentuk dan ragamnya, serta isu-isu yang menyulutnya (seperti globalisasi dan kapitalisme), tetapi juga bisa memberi pengertian betapa rakyat tidak bisa dipermainkan atau dijadikan bahan permainan oleh otoritas negara dengan sewenang-wenang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s