Lebih Damai Setelah 11 September

Oleh : Fajar Kurnianto
Bisnis Indonesia, Minggu 13 November 2011

Judul : Masa Depan Islam, Antara Tantangan Kemajemukan dan Benturan dengan Barat
Penulis : John L Esposito
Penerbit : Mizan, Bandung
Tahun : I, Desember 2010
Tebal : 343 halaman

Serangan teroris ke gedung kembar WTC pada 11 September 2001 menjadi tragedi kemanusiaan yang selain lekat dalam ingatan juga mengubah geopolitik dan hubungan dunia, terutama hubungan antara Islam dan Barat, serta konstelasi dan dinamika di tubuh Islam dan Barat itu sendiri.

Setelah peristiwa itu, Bush mengumandangkan perang terhadap teroris yang sayangnya dilakukan di dunia muslim, seperti Irak, Afganistan, Pakistan, sehingga dunia Islam menganggap Bush telah mengumandangkan perang terhadap Islam.

Meningkatnya intensitas teror sebagai ikutan juga makin membuat stigma buruk terhadap Islam semakin besar, terutama di kalangan masyarakat Barat. Teroris adalah Islam, dan Islam adalah teroris. Stigma yang kemudian terus diawetkan melalui media-media Barat.

Media-media Barat sendiri menyorot Islam dari satu sisi, tidak melihat sisi yang lain, sehingga yang tersajikan kepada masyarakat Barat adalah fakta terorisme, radikalisme, dan kekerasan umat Islam.

Padahal, jika melihat di tubuh masyarakat Islam sendiri sebetulnya beragam, majemuk, terutama dalam menyikapi fenomena terorisme, radikalisme, dan kekerasan di tubuh umat Islam. Bahkan, dalam menyikapi hubungan dengan Barat pun suara di tubuh umat Islam tidak seragam.

Karena, dalam Islam tidak ada otoritas tunggal seperti halnya di Kristen. Secara umum, justru umat Islam melihat Barat bukan sebagai masalah, tapi yang masalah adalah kebijakan politik Barat terhadap dunia Islam yang tidak adil. Inilah yang terutama disorot John L Esposito dalam buku ini.

Menurut Esposito, ada dinamika di dunia Islam yang terus berkembang untuk menciptakan suatu pemahaman keagamaan yang lebih sejuk dan damai, seperti pesan tersirat dari kata Islam itu sendiri yang bermakna damai atau kedamaian, yang berarti anti kekerasan, anti terorisme.

Mereka ingin hidup berdampingan dengan masyarakat Barat, bahkan menjadi bagian dari masyarakat Barat, tanpa menanggalkan identitas mereka sebagai muslim.

Esposito justru mengkritik masyarakat Barat yang terlalu protektif dan serba waspada, kalau tidak malah curiga, terhadap masyarakat muslim di wilayah mereka. Bahkan, terhadap Islam itu sendiri.

Mereka terlalu khawatir secara perlahan-lahan umat Islam akan mendominasi Barat. Dalam istilah populer, Barat akan berubah menjadi Eurabia, atau tearabkan, terislamkan. Mereka sudah kadung stereotipe terhadap Islam dan umat Islam gara-gara tragedi 11 September.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s